Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PEMBELAJARAN 5 MAPEL WAWASAN INDUSTRI DKV

 

Topik: Konten Video Pemasaran (Photo Story)

1. Apa itu Video Photo Story dalam Pemasaran?

Video Photo Story adalah teknik promosi yang menyusun rangkaian foto statis menjadi sebuah cerita video yang dinamis . Kekuatan utamanya bukan sekadar pada transisi yang keren, melainkan pada "jiwa" atau narasi yang dibangun di balik setiap foto untuk memicu emosi penonton .

[Contoh Gambar: Ilustrasi alur transformasi dari tumpukan foto produk menjadi satu timeline video di aplikasi editing seperti CapCut]

2. Elemen Kunci Narasi Visual (Hook, Story, Offer)

Untuk menciptakan video pendek (15-30 detik) yang menjual, seorang desainer harus memahami pola narasi berikut :

      Hook (Kail): Foto pertama harus sangat menarik untuk menghentikan audiens yang sedang scrolling di media sosial .

      Story (Cerita): Rangkaian foto yang membangun konteks, misalnya menampilkan tekstur produk atau suasana penggunaan .

      Offer (Penawaran) & CTA: Bagian akhir yang mengarahkan audiens untuk melakukan tindakan, seperti "Beli Sekarang" atau "Klik Link di Bio" .

3. Teknik Fotografi Produk untuk Video

Kualitas foto menentukan kualitas akhir video. Berikut adalah parameter teknis industri yang harus diperhatikan :

Teknik / Parameter

Tujuan & Penjelasan

 

Extreme Close-Up

Menampilkan detail tekstur bahan (appetite appeal) agar terlihat lezat atau premium.

Aspect Ratio 9:16

Format vertikal yang dioptimalkan untuk layar smartphone seperti TikTok dan Reels .

Color Palette

Menjaga konsistensi visual agar video terlihat estetik dan sesuai dengan identitas merek .

[Contoh Gambar: Perbandingan foto produk Amplang Samarinda dengan teknik pengambilan 'Eye Level' vs 'Extreme Close-Up' pada detail tekstur gorengannya]

4. Tahapan Produksi Video Photo Story

Berdasarkan model Project Based Learning, alur kerja profesional meliputi

1.     Riset & Storyboarding: Menentukan urutan 5-7 foto terbaik untuk membangun pesan yang kuat.

2.     Pengambilan Gambar: Memotret produk dengan teknik pencahayaan (lighting) sederhana namun efektif .

3.     Editing & Audio Sync: Menyusun foto di aplikasi (CapCut/Adobe Premiere) dan menyesuaikan transisi dengan ketukan musik (beat sync) .

4.     Pemberian Narasi: Menambahkan teks atau voiceover untuk memberikan konteks yang tidak tersampaikan oleh gambar saja .

5. Etika dan Profesionalisme

Seorang desainer DKV di SMKN 7 Samarinda harus menjunjung tinggi orisinalitas . Menggunakan foto dari Google Image tanpa izin untuk tujuan komersial dapat menyebabkan pelanggaran HAKI yang berisiko tuntutan hukum .

Referensi

1.     5. RPM Deeplearning - Konten Video Pemasaran (Photo Story) - Pertemuan 15-20.docx

Untuk link RPM bisa lihat di bawah :

https://drive.google.com/file/d/13usY9NrjihEEFQoWb4IX2DqilPp2Blp7/view?usp=sharing

Posting Komentar untuk "PEMBELAJARAN 5 MAPEL WAWASAN INDUSTRI DKV"